"Tuhanku, para raja telah menutup pintunya, sedangkan pintu-Mu tetap terbuka untuk orang yang memohon. Tuhanku, bintang bintang telah tenggelam dan semua mata telah tertidur, sedangkan Engkau adalah Zat Yang Hidup kekal dan terus menerus mengurus mahluk, tidak mengantuk, dan tidak pula tidur. Tuhanku, ranjang ranjang telah digelar dan para pencinta telah menyepi dengan kekasihnya. Engkau adalah Kekasih orang yang mengerjakan tahajjud dan orang orang yang menyendiri dalam kesunyian. Tuhanku, jika Engkau menolak aku masuk di pintu-Mu, maka pada pintu siapa aku harus berlindung? Jika Engkau menghentikan pelayanan-Mu kepadaku, lalu pada siapa aku mengharapkan? Wahai Zat yang pengampunannya indah, jadikan aku merasakan manisnya ampunan-Mu. Jika aku tidak tepat mendapatkannya, maka sesungguhnya Engkaulah yang berhak mendapat ketakwaan dan memberikan ampunan."
lemahku seperti sepi tak berujung menunggu ya .... hanya menunggu yang tak pasti egoku telah bicara memaksa ku terdiam dalam ruang hampa aku tau ucapku tak seperti rasaku matahari sebentar lagi akan tiada kuhirup wanginya teh hangat terasa pahit.. walau manisnya masih terkenang tak akan kurubah coklat pekatnya biarkan apa adanya saat ini aku mengingatmu haruskah ku cabut asa ini sedangkan perjalanan masihlah panjang berdegup seperti tertancap mati di hati bandung 18 juli 2022
...Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan...
Komentar
Posting Komentar