aku seperti serpihan puing berserakan
dari angkuhnya dunia menilai
aku tidak dan ingin terlihat
cukup saja diriku yang merasakan

dan seketika kau temukan aku
masih berlumuran darah pengorbanan picik
dengan sahaja membasuh dan sadarkan
yakin bahwa puing itu akan tersadar

bahwa cinta itu harusnya bahagia
dan selayaknya tidak meruntuhkan
bahwa cinta itu sejatinya menguatkan
seperti awan dipelukan jingga senja

jika saja asa kita bertemu
banyak mimpi mimpi ingin terwujudkan
sadarkan diri bukanlah sekedar puing
menjadi agung menapaki hari esok


bandung 31 agustus 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

merayu sepi